GORONTALO [Shertanews.com]-Hanya dalam kurun waktu tujuh tahun menjadi anggota polisi, Iptu Ridwan Muhammad Faisal sudah menjadi kasat di usianya yang baru 31 tahun, Senin (27/05/2024).
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2017 itu telah banyak menorehkan prestasi gemilang hingga sekarang menjadi Kasatlantas di Polres Boalemo/Gorontalo. Perjalanan karir Ridwan terbilang cemerlang, dirinya lolos seleksi Akademi Kepolisian di usia 19 tahun dan menyelesaikan pendidikannya pada tahun 2017.
Penempatan pertamanya adalah di Polda Kepulauan Riau, kemudian dimutasi ke Polres Karimun dan menjabat sebagai Kanit Pidum Satuan Reskrim. Setelah itu, Ridwan melanjutkan pendidikan S2 dan ditempatkan sementara di SDM Mabes Polri sambil menunggu pendidikan PTIK.
Lebih lanjut, di tahun 2022, ia lulus PTIK dan ditempatkan di Polda Gorontalo. Di Polda Gorontalo tersebut, Ridwan bertugas di Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) dan Staf Pribadi Pimpinan (Spripim) Kapolda Gorontalo.
Tak lama kemudian, ia dipercaya untuk menjadi Kasatlantas Polres Boalemo. Keberhasilan Ridwan dalam meniti karirnya tak lepas dari kerja keras dan dedikasi yang tinggi.
Ia selalu belajar dari para seniornya dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diembannya.
Salah satu pengalaman yang tak terlupakan bagi Ridwan adalah saat ia berhasil mengungkap kasus penipuan minyak goreng subsidi di Gorontalo. Kasus ini merupakan kasus pertama di Indonesia dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ridwan, Ridwan juga terkesan dengan keamanan di Gorontalo dan Boalemo.
Berbeda dengan daerah lain di Jawa dan Sumatera, Gorontalo dan Boalemo terbilang aman dari tindak kriminalitas, ” meskipun masih terlihat sunyi tapi disini (boalemo) masih terkendali dengan aman,” ujar Ridwan.
Sosok Iptu Ridwan Muhammad Faisal adalah contoh nyata bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan tekad yang kuat, usia muda bukanlah halangan untuk mencapai kesuksesan.(Adv)
Laporan : Serta













