GORONTALO [Shertanews.com]-Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo Dr. Sherman Moridu, S.Pd.,MM kembali menegaskan pentingnya disiplin, integritas, dan keteladanan dalam kepemimpinan saat memimpin apel kerja awal bulan April di Alun-Alun Kota Tilamuta, Senin (6/4/2026).
Dalam suasana yang penuh hikmat Sekda Sherman Moridu menyampaikan bahwa keberhasilan birokrasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja, tetapi juga oleh karakter dan komitmen para pemimpinnya. Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab moral yang harus ditunjukkan melalui tindakan nyata.
“Jangan hanya menuntut bawahan untuk disiplin, sementara pimpinan tidak memberi contoh. Keteladanan adalah fondasi utama dalam membangun budaya kerja yang kuat dan berintegritas,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pimpinan OPD untuk berani melakukan introspeksi, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi yang tinggi sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia harus dijawab dengan kerja nyata, bukan sekadar wacana.
“Kita tidak boleh merasa nyaman dengan kondisi saat ini. Jika daerah lain bisa bergerak cepat, maka kita pun harus mampu berlari lebih jauh. Kuncinya ada pada keseriusan, kedisiplinan, dan kolaborasi,” ujarnya dengan nada tegas namun bijak” ujar Sherman.
Lebih lanjut, mantan PJ Bupati dua periode itu menegaskan, seluruh jajaran pemerintah daerah harus memiliki visi yang sama dalam mendorong kemajuan daerah dengan menargetkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, bahkan diharapkan bisa mencapai 8%, namun kita harus introspeksi diri.
Saat ini, pertumbuhan ekonomi kita masih menjadi perhatian bersama dibandingkan dengan daerah tetangga yang baru saja terbentuk. Dan Ini harus menjadi fokus kita bersama untuk segera diperbaiki atau di tingkatkan,” tegasnya.
Terkait pengendalian inflasi, Sekda kembali mengingatkan bahwa upaya tersebut bukan sekadar rutinitas administratif. Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap instrumen pengendalian inflasi yang terus dipantau oleh Kementerian Dalam Negeri.
Dalam konteks transformasi budaya kerja ASN, ia menilai kebijakan fleksibilitas kerja seperti WFO dan WFH/WFA harus dimaknai sebagai upaya meningkatkan kinerja, bukan justru menurunkan produktivitas, namun sebagai momentum untuk mendorong peningkatan kinerja yang lebih optimal dan terukur.
Pola kerja ini menuntut kedewasaan, disiplin, serta tanggung jawab setiap ASN agar tetap produktif di mana pun berada.
Di akhir arahannya, Sekda mengajak seluruh ASN untuk menjaga semangat pengabdian dan tidak melupakan esensi sebagai pelayan masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten akan membawa perubahan besar bagi kemajuan Kabupaten Boalemo. (Adv)
Laporan : Serta













