GORONTALO [Shertanews.com]-Langkah awal pengabdian Prof. Dr. Ir. Nurdin, S.P., M.Si sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo diawali dengan nuansa sakral dan penuh makna melalui prosesi adat Moloopu/Mopotilolo, Kamis (23 April 2026).
Dirumah Jabatan Sekda, tradisi leluhur Gorontalo itu digelar sebagai simbol kuat penerimaan, penghormatan, sekaligus harapan besar dari masyarakat.
Balutan adat yang kental terasa sejak penjemputan hingga prosesi penyambutan di gerbang rumah jabatan. Setiap tahapan bukan sekadar ritual, melainkan sarat pesan moralbahwa jabatan adalah amanah, dan kepemimpinan harus berpijak pada nilai budaya serta kearifan lokal.

Dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Boalemo, Asisten, Jajaran OPD, pemangku adat, serta tokoh masyarakat, suasana berlangsung khidmat namun hangat. Doa-doa yang dipanjatkan mengalir bersama harapan, agar Sekda yang baru mampu membawa perubahan positif bagi daerah.
Dalam sambutannya, Prof. Nurdin menegaskan bahwa prosesi ini menjadi pengingat akan tanggung jawab besar yang kini diembannya.

“Ini bukan sekadar penyambutan, tetapi penguatan nilai bahwa setiap langkah kepemimpinan harus dilandasi integritas dan pengabdian. Saya menerima ini sebagai amanah besar dari masyarakat Boalemo,” ujarnya
Sosok akademisi yang dikenal tegas dan visioner ini diyakini mampu menjadi motor penggerak birokrasi yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada hasil. Harapan pun mengalir agar kehadirannya mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, adat, dan masyarakat.
Prosesi Mopotilolo ini sekaligus menjadi penanda bahwa perjalanan baru telah dimulai. Dari Rumah Jabatan Sekda, Prof. Nurdin kini memikul tanggung jawab besar untuk mengawal jalannya pemerintahan dan memastikan setiap program pembangunan berjalan tepat sasaran.
Dengan semangat budaya sebagai fondasi, dan pelayanan sebagai tujuan, Boalemo menatap babak baru kepemimpinan birokrasi yang lebih kuat, humanis, dan berdaya saing. (Adv)
Laporan : Serta













