BOALEMO (Shertanews.com)-Persoalan biaya perawatan Marjunaid Alwi, korban insiden yang melibatkan Romin Muslim pada Januari 2025 silam, kembali menjadi perhatian. Marjunaid mengaku terkejut setelah dihubungi pihak Rumah Sakit Tani dan Nelayan, yang kini berganti nama menjadi Rumah Sakit Clara Gobel (RSCG), untuk menanyakan kelanjutan pembayaran biaya pengobatan dan perawatannya.
Marjunaid mengatakan, saat insiden tersebut terjadi, Romin Muslim memilih menyelesaikan persoalan melalui jalur musyawarah. Dalam pembicaraan itu, menurut Marjunaid, Romin menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas kerugian yang dialaminya, termasuk biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit.
Kesepakatan tersebut sempat memberikan harapan kepada Marjunaid bahwa persoalan yang dialaminya dapat diselesaikan dengan baik, terutama terkait pembiayaan perawatan medis yang menjadi bagian dari tanggung jawab yang telah dibicarakan.
Namun, harapan itu kembali dihadapkan pada pertanyaan setelah pihak RSCG menghubunginya untuk menanyakan perkembangan pembayaran biaya perawatan tersebut.
“Saat itu Romin menempuh jalur musyawarah dan menyatakan siap bertanggung jawab atas semua kerugian, termasuk biaya rumah sakit. Karena itu, saya kaget ketika pihak rumah sakit kembali menghubungi dan menanyakan kelanjutan pembayarannya,” ujar Marjunaid.
Bagi Marjunaid, persoalan ini bukan semata-mata mengenai biaya rumah sakit, melainkan juga menyangkut kepastian atas komitmen yang telah disampaikan dalam musyawarah sebelumnya.
Ia berharap penyelesaian dapat segera dilakukan secara jelas dan tuntas, sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan bagi dirinya maupun pihak rumah sakit.
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, Romin Muslim menyatakan kesediaannya untuk melunasi biaya rumah sakit. Ia juga menegaskan tidak akan menghindari tanggung jawab atas persoalan yang dimaksud.
Pernyataan tersebut menjadi harapan bagi Marjunaid agar komitmen yang telah disampaikan sejak musyawarah dapat segera diwujudkan dalam bentuk penyelesaian pembayaran.
Marjunaid berharap persoalan ini tidak kembali berlarut-larut dan dapat dituntaskan dengan mengedepankan itikad baik serta tanggung jawab dari pihak-pihak terkait.
Hingga pembayaran benar-benar diselesaikan, kepastian pelunasan biaya perawatan masih menjadi hal yang dinantikan. Marjunaid berharap janji yang telah disampaikan dapat segera direalisasikan agar persoalan yang bermula dari insiden Januari 2025 tersebut memperoleh penyelesaian yang jelas.
Pada akhirnya, penyelesaian persoalan ini diharapkan tidak berhenti pada pernyataan kesediaan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata sesuai komitmen yang telah disampaikan. (Adv)
Laporan : Serta













