GORONTALO [Shertanews.com]-Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Boalemo, tumbuh kisah inspiratif tentang semangat, kerja keras, dan harapan.
Keterbatasan pasokan air yang selama ini menjadi tantangan tidak menyurutkan langkah warga binaan untuk mengelola lahan pertanian hingga berhasil menghasilkan panen raya semangka berkualitas.
Program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Boalemo berhasil mengubah lahan yang semula terbatas menjadi kawasan pertanian produktif. Semangka menjadi komoditas unggulan yang kini tidak hanya memenuhi kebutuhan internal lapas, tetapi juga diminati masyarakat karena kualitasnya yang baik.

Kepala Lapas Kelas IIB Boalemo, Agus Risdianto, mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap hasil pertanian warga binaan.
“Alhamdulillah, banyak pesanan yang datang dari luar untuk hasil kebun yang dikelola warga binaan, terutama buah semangka. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan program pembinaan yang produktif,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Keberhasilan tersebut diraih di tengah keterbatasan sumber air. Namun, kondisi itu justru menjadi pemicu lahirnya inovasi dan semangat gotong royong antara petugas serta warga binaan dalam memanfaatkan setiap jengkal lahan, baik di dalam maupun di sekitar area lapas.
Tak hanya membudidayakan semangka, Lapas Boalemo juga mengembangkan berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, terung, dan aneka kacang-kacangan. Selain itu, pengembangan padi gogo atau padi lahan kering juga mulai dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.

Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Lapas Boalemo, Ronald Baderan, menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan semata-mata menghasilkan pangan, tetapi memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan.
“Program ini kami rancang agar warga binaan memiliki keterampilan bertani yang bisa menjadi modal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat. Harapannya, mereka mampu mandiri dan memiliki peluang usaha setelah bebas nanti,” jelasnya.
Hasil pertanian Lapas Boalemo pun kini mulai menembus pasar. Pihak lapas telah menjalin kerja sama dengan SPPG untuk memasok kebutuhan sayur-mayur, khususnya terung dan berbagai komoditas hortikultura lainnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani pembinaan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan yang membangun optimisme. Dari balik jeruji, warga binaan diajarkan untuk menanam benih harapan, memanen keterampilan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat. (Adv).
Laporan : Serta













