GORONTALO [Shertanews.com]-Jika masyarakat Maluku Utara hari ini bangga memiliki sosok seperti Sherly Tjoanda Laos yang aktif memperkenalkan daerahnya di tingkat nasional, maka Gorontalo sesungguhnya telah lebih dahulu memiliki figur yang selama puluhan tahun konsisten memperjuangkan nama daerahnya di panggung Indonesia. Sosok itu adalah Rachmad Gobel (24/6).
Di balik gemerlap kesuksesan Gorontalo sebagai tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026, tersimpan jejak panjang pengabdian seorang putra daerah yang tidak pernah melupakan tanah kelahirannya.

Memiliki nama lengkap Dr. (H.C.) H. Rachmad Gobel, bukan hanya dikenal sebagai tokoh nasional dan pengusaha sukses. Di mata masyarakat Gorontalo, ia adalah figur yang menjadikan keberhasilannya sebagai jembatan untuk mengangkat martabat daerahnya.
Keberhasilan Gorontalo menjadi tuan rumah ajang nasional yang dihadiri ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia bukanlah sebuah kebetulan.
Kepercayaan besar yang diberikan kepada Gorontalo lahir dari proses panjang membangun reputasi, jaringan, dan kepercayaan di tingkat nasional.

Tak heran jika masyarakat adat Gorontalo kemudian menganugerahkan gelar kehormatan “Ti Bulilango Hunggiya”, yang berarti “Sang Pemberi Cahaya untuk Negeri.”
Gelar tersebut bukan sekadar simbol adat. Ia adalah bentuk penghormatan atas dedikasi seorang anak daerah yang terus menyalakan harapan, membuka peluang, dan menghadirkan kemajuan bagi Gorontalo.
Kisah pengabdian itu berawal dari pesan sang ayah, Almarhum H. Thayeb Mohammad Gobel, putra Gorontalo yang sukses membangun kerajaan bisnis hingga dikenal di seluruh Indonesia.
Di tengah kesuksesan yang diraih keluarga Gobel, sang ayah meninggalkan pesan yang kemudian menjadi pegangan hidup Rahmat Gobel:

“Jangan pernah lupakan Gorontalo. Besarkan daerahmu sebagaimana kamu membesarkan perusahaanmu.” Pesan sederhana itu tidak berhenti sebagai nasihat. Ia menjelma menjadi komitmen yang terus diwujudkan dalam berbagai langkah nyata.
Selama bertahun-tahun, Rahmat Gobel memperkenalkan Gorontalo ke berbagai kalangan nasional. Ia membuka akses investasi, memperluas jejaring, memperkenalkan potensi daerah, serta membangun kepercayaan bahwa Gorontalo layak menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
PENAS KTNA XVII Tahun 2026 menjadi salah satu buah dari perjuangan panjang tersebut.
Ribuan peserta yang datang ke Gorontalo membawa dampak ekonomi yang luar biasa. Hotel-hotel penuh, rumah makan ramai, transportasi bergerak, pelaku UMKM menikmati peningkatan omzet, dan roda ekonomi masyarakat berputar lebih cepat dari biasanya.
Namun yang lebih penting dari semua itu adalah satu hal nama Gorontalo kembali menjadi perhatian Indonesia.
Banyak pihak menilai keberhasilan ini bukan hanya prestasi pemerintah daerah semata, melainkan juga hasil kerja panjang para tokoh yang selama ini terus menjaga nama baik Gorontalo di tingkat nasional dan Rahmat Gobel adalah salah satu di antaranya.
Karena itu, keberhasilan PENAS KTNA XVII Tahun 2026 tidak hanya dapat dibaca sebagai suksesnya sebuah event nasional. Ia juga merupakan kisah tentang kecintaan seorang putra daerah yang tidak pernah putus kepada kampung halamannya.
Dan ketika lampu-lampu kota Gorontalo menyala terang menyambut ribuan tamu dari seluruh Indonesia, banyak orang mungkin melihat kemeriahan sebuah acara, dan mengingatkan pada makna sebuah gelar adat yang disematkan kepada Rahmat Gobel Ti Bulilango Hunggiya “Sang Pemberi Cahaya untuk Negeri”. (Adv)
Laporan : Serta













