GORONTALO [Shertanews.com]-Kabar yang sempat membuat masyarakat Kabupaten Boalemo bertanya-tanya akhirnya terjawab. Kunjungan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia ke Boalemo yang belum terlaksana dalam rangkaian kunjungan kerja di Gorontalo dipastikan bukan dibatalkan, melainkan hanya tertunda.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat yang telah menanti kedatangan Menteri, Kementerian Transmigrasi menegaskan bahwa Boalemo tetap menjadi bagian penting dari agenda pembangunan dan perhatian pemerintah pusat.
Saat di konfirmasi oleh awak media Shertanews, Rabu (24/6), dalam siaran pers juru Bicara Kementerian Transmigrasi, Eva Julianti memastikan bahwa komitmen untuk hadir dan bertemu langsung dengan masyarakat Boalemo tetap akan dilaksanakan.

“Pertemuan dengan masyarakat Boalemo bukan dibatalkan, sebab Bapak Menteri tetap berkomitmen untuk hadir dan bertemu langsung dengan masyarakat pada kesempatan terdekat yang lebih memungkinkan,” ujar Eva.
Lebih lanjut, penundaan tersebut terjadi karena adanya perkembangan agenda strategis yang membutuhkan perhatian dan pengambilan keputusan langsung oleh Menteri terkait kepentingan masyarakat yang lebih luas.
Namun demikian, substansi yang ingin dibahas bersama masyarakat Boalemo tetap menjadi perhatian, sebab dibalik tertundanya kunjungan itu, tersimpan satu pesan penting, bahwa Boalemo tetap menjadi prioritas dan tidak pernah keluar dari agenda pak Menteri.
Lebih lanjut, Kementerian Transmigrasi secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Boalemo, para tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang telah menunjukkan sambutan hangat serta antusiasme luar biasa menyambut rencana kedatangan Menteri.
“Kehangatan masyarakat Boalemo menjadi energi positif bagi kami. Kami berharap silaturahmi yang sudah terjalin baik dapat terus terjaga hingga pertemuan itu terlaksana,” lanjut Eva.
Sementara itu dilain pihak Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Drs. Wardoyo Mansur Pongoliu, M.Si., menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah tetap berjalan baik.
Menurutnya, penundaan tersebut tidak akan memengaruhi program pembangunan kawasan transmigrasi yang sedang dan akan dijalankan di Gorontalo. “Kunjungan Bapak Menteri ke Boalemo hanya soal waktu, kami akan menyambut baik rencana penjadwalan ulang yang akan segera dilakukan,” katanya.
Diharapkan kepada masyarakat Boalemo, kabar ini menjadi penegasan bahwa harapan yang sempat tertunda belum berakhir. Justru sebaliknya, pemerintah pusat memastikan akan kembali dengan agenda yang lebih matang untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat serta memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi khususnya di Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo.(Adv)
Laporan : Serta













