BOALEMO [Shertanews.com]-Tidak ada lagi alat berat yang boleh masuk ke kawasan pertambangan Saritani. Penegasan ini disampaikan Kapolres Boalemo AKBP Firman Taufik, S.I.K., sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menghentikan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) sekaligus menyelamatkan lingkungan yang telah mengalami kerusakan.
Dengan nada tegas, Kapolres menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian alam bukan lagi sekadar himbauan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Penegasan tersebut disampaikan saat dirinya turun langsung menemui warga masyarakat Desa Saritani SP 2, Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo, pada Rabu (4/11/2026).

Lebih lanjut, di hadapan masyarakat, AKBP Firman Taufik meminta warga tidak lagi memberikan ruang bagi masuknya alat berat yang diduga akan digunakan untuk aktivitas pertambangan ilegal. Ia menegaskan, seluruh pihak harus memiliki keberanian dan kepedulian untuk menjaga wilayahnya dari praktik pertambangan yang merusak lingkungan.
“Tidak ada lagi alat berat yang naik ke kawasan tambang. Ini perintah dan penegasan sebagai Kapolres. Kita harus menghentikan aktivitas yang merusak alam dan menjaga lingkungan yang sudah terlanjur mengalami kerusakan agar tidak semakin parah,” dalam pesannya kepada masyarakat.
Menurutnya, kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan ilegal tidak boleh terus dibiarkan. Jika tidak dihentikan, dampaknya bukan hanya dirasakan saat ini, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat dan merugikan generasi mendatang.
Kapolres juga menegaskan bahwa Polres Boalemo tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang melakukan aktivitas pertambangan tanpa izin. Setiap pelanggaran hukum akan ditindak tegas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menekankan, pemberantasan PETI tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian. Dukungan masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam mencegah masuknya alat berat serta melaporkan aktivitas yang berpotensi mengarah pada pertambangan ilegal.
Melalui pendekatan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres lulusan terbaik Akademi Kepolisian 2007 itu, ingin membangun kesadaran bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.
Pesannya jelas, alam saritani tidak boleh terus menjadi korban kerusakan lingkungan. Aktivitas tambang ilegal harus dihentikan, alat berat tidak boleh menjadi pintu masuk kerusakan baru, dan kelestarian alam harus menjadi prioritas.
Bagi Kapolres Boalemo, menjaga keamanan bukan hanya tentang menciptakan situasi yang kondusif, tetapi juga memastikan lingkungan tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (Adv)
Laporan : Serta













