BOALEMO [Shertanews.com]-Menemukan bibit atlet potensial tidak selalu harus dimulai dari kejuaraan besar. Dari lintasan lari tingkat pelajar, potensi masa depan olahraga Kabupaten Boalemo mulai dipetakan. Semangat inilah yang mewarnai pelaksanaan Kejuaraan Atletik Pelajar SD dan SMP bertajuk Hot Sprint 60 dan 80 Meter, Selasa (3/11/2026).
Digagas Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Boalemo bersama Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Boalemo, kejuaraan ini menjadi salah satu langkah konkret memperkuat pembinaan olahraga sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Bagi para peserta, perlombaan ini bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk menguji keberanian, membangun mental kompetisi, serta mengenali potensi diri dalam cabang olahraga atletik.

Kepala Disparpora Boalemo Agus Dulialo, S.STP., M.M., menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar menyelenggarakan perlombaan. Pemerintah daerah ingin menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga atletik sekaligus menjaring calon atlet yang dapat dibina secara berkesinambungan.
Menurut Agus, pengenalan olahraga sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam membangun fondasi prestasi. Melalui kompetisi seperti ini, kemampuan dasar dan potensi peserta dapat mulai dikenali untuk selanjutnya diarahkan melalui proses pembinaan.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelajar yang mengenal atletik dan tertarik mengembangkan bakatnya secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain itu, kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan memanfaatkan fasilitas lintasan lari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SR) 71 Kabupaten Boalemo. Penggunaan fasilitas ini sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi para pelajar di lingkungan lintasan olahraga yang baru.
Di balik semangat kompetisi, terdapat kondisi lintasan yang menjadi perhatian. Permukaan lintasan yang berbahan beton atau semen menghadirkan tantangan tersendiri. Sejumlah peserta bahkan terlihat memilih berlari tanpa alas kaki karena merasa lebih nyaman dan memperoleh cengkeraman yang lebih baik.

Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Karakter permukaan lintasan tersebut berbeda dengan trek atletik berstandar khusus sehingga kenyamanan peserta harus berjalan seiring dengan upaya meminimalkan risiko cedera.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia menyiagakan tim kesehatan serta satu unit ambulans dari Puskesmas Wonosari sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat selama perlombaan.

Melalui Hot Sprint 60 dan 80 Meter, Disparpora bersama PASI Kabupaten Boalemo ingin memastikan bahwa potensi atlet muda tidak berhenti pada kemampuan berlari semata, tetapi dapat berkembang melalui pembinaan yang terstruktur.
Sebab, prestasi olahraga tidak lahir dalam satu perlombaan. Dibutuhkan proses panjang, kesempatan, pendampingan, dan kompetisi yang berkelanjutan. Dari langkah-langkah kecil para pelajar di lintasan inilah, harapan lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Boalemo ke tingkat lebih tinggi mulai dibangun. (Adv)
Laporan : Serta













