GORONTALO [Shertanews.com]-Komitmen untuk menghadirkan generasi yang sehat dimulai sejak masa kehamilan. Hal inilah yang menjadi semangat UPTD Puskesmas Mananggu saat menggelar kegiatan Posyandu dan Kelas Ibu Hamil di Desa Pontolo, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah edukasi bagi para ibu hamil, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan skrining Tuberkulosis (TB), salah satu penyakit menular yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin apabila tidak terdeteksi sejak dini.
Kepala UPTD Puskesmas Mananggu, Santi Albakir, S.KM., mengatakan bahwa Kelas Ibu Hamil merupakan sarana penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait kehamilan, persalinan, perawatan bayi, hingga pencegahan berbagai penyakit yang berisiko selama masa kehamilan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan para ibu hamil mendapatkan informasi yang tepat serta layanan kesehatan yang dibutuhkan. Kehamilan yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ungkapnya.
Selain pemberian materi kesehatan, para tenaga kesehatan juga melakukan skrining TB kepada peserta. Langkah ini dilakukan untuk menemukan kasus secara dini sehingga penanganan dapat segera diberikan apabila ditemukan indikasi penyakit.

Pj Program TB Puskesmas Mananggu, Natalia Naray, A.Md.Kep.,menjelaskan bahwa skrining diawali dengan wawancara terkait gejala yang mengarah pada TB, terutama keluhan batuk yang berlangsung selama dua minggu atau lebih.
“Setelah proses skrining, ibu hamil diberikan wadah atau pot dahak untuk pengambilan sampel lendir yang selanjutnya diperiksa di laboratorium guna memastikan ada atau tidaknya infeksi TB,” jelas Natalia.
Menurutnya, deteksi dini sangat penting karena TB yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu maupun janin. Karena itu, skrining dilakukan sebagai langkah preventif untuk melindungi kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Mananggu berharap para ibu hamil semakin aktif memeriksakan kesehatannya secara rutin serta tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Dengan sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat, upaya mewujudkan ibu sehat, bayi sehat, dan generasi unggul dapat tercapai dengan lebih optimal. (Adv)
Laporan : Serta













