GORONTALO [Shertanews.com]-Aksi unjuk rasa yang berlangsung di DPRD Kabupaten Gorontalo kembali menuai kekecewaan dari massa aksi. Mereka menilai tidak ada hasil konkret yang diberikan oleh lembaga legislatif terkait tuntutan yang disampaikan masyarakat, Rabu (28/1/2026).
Putra asli Desa Polohungo, Mujakir Rajak, yang bertindak sebagai Koordinator Lapangan (Korlap), dengan lantang menyuarakan keresahan warga terkait kondisi jembatan di Desa Polohungo yang hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah.
Dalam orasinya, Mujakir menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat Polohungo dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Namun ironisnya, jembatan yang menjadi urat nadi kehidupan warga itu dibiarkan dalam kondisi rusak dan membahayakan keselamatan pengguna.

Ia menyampaikan bahwa keluhan masyarakat telah berulang kali disampaikan, baik kepada pemerintah daerah maupun DPRD Kabupaten Gorontalo. Sayangnya, hingga saat ini belum ada langkah nyata yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Lebih jauh, Mujakir juga menyinggung sikap salah satu anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Rahmat Maku, dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5. Ia menyebutkan bahwa dalam pembahasan sidang paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Tahun 2026, yang bersangkutan diduga tertidur pulas. Hal tersebut dinilai mencederai kepercayaan masyarakat, khususnya warga Desa Polohungo, terhadap wakil rakyatnya.
“Oleh karena itu, aksi ini kami gelar sebagai bentuk kekecewaan sekaligus tuntutan agar DPRD Kabupaten Gorontalo tidak hanya menerima aspirasi secara seremonial, tetapi benar-benar memperjuangkan kebutuhan rakyat,” tegas Mujakir dalam orasinya.
Ia menambahkan bahwa perjuangan yang dilakukan murni demi kepentingan masyarakat Polohungo, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Aksi tersebut menjadi penegasan bahwa masyarakat Desa Polohungo akan terus menyuarakan aspirasi mereka hingga ada kepastian dan tindakan nyata dari pihak berwenang terkait perbaikan jembatan yang selama ini menjadi harapan bersama. (Adv)
Laporan : Serta













