BOALEMO (Shertanews.com)-Pemerintah Kabupaten Boalemo terus mendorong perluasan akses layanan keuangan formal sebagai langkah strategis untuk memperkuat perekonomian masyarakat, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Bupati Boalemo dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Pakde) Kabupaten Boalemo Tahun 2026 dan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Provinsi Sulut Gorontalo yang berlangsung di Cabana Resort / Botumoito, Rabu (14/10/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Drs. H. Rum Pagau menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh anggota TPAKD, lembaga perbankan, BUMN, serta para pemangku kepentingan yang terus berkontribusi dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

“Akses keuangan merupakan instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membuka kesempatan bagi masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan keuangan formal” ujar Bupati Rum Pagau.
Di antaranya, semakin banyak pelaku usaha yang memperoleh akses pembiayaan, meningkatnya kapasitas usaha, membaiknya pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi produktif di daerah.

Bupati Boalemo juga menyoroti masih adanya masyarakat yang memilih pinjaman dengan bunga sangat tinggi karena menginginkan proses pencairan dana yang cepat dan mudah. Bahkan, dalam sambutannya, ia menyinggung praktik pinjaman dengan bunga mencapai 20 persen per bulan yang berpotensi membebani masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan modal usaha.
Karena itu, ia menilai edukasi dan sosialisasi mengenai mekanisme pembiayaan melalui lembaga keuangan formal perlu terus diperkuat. “Masyarakat harus mendapatkan informasi yang memadai tentang prosedur pengajuan pinjaman, persyaratan pembiayaan, serta kemampuan membayar agar tidak terjebak dalam beban utang yang semakin berat”, tegas Bupati Rum.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo Robert H.P. Sianipar, menyampaikan bahwa Kehadiran OJK menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan otoritas sektor jasa keuangan untuk mendorong peningkatan literasi serta inklusi keuangan masyarakat.
Melalui koordinasi dan kerja sama lintas sektor, upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan formal diharapkan semakin optimal, sehingga masyarakat dapat mengenali produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan serta memahami risiko dalam mengambil keputusan keuangan.

Dengan demikian, diharapkan rapat koordinasi TPAKD Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap terbangun langkah konkret dan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya, serta menjadi jalan untuk memperkuat UMKM, menciptakan peluang ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Boalemo. (Adv)
Laporan : Serta













