GORONTALO [Shertanews.com]-Suasana penghujung Ramadhan 1447 H di salah satu warung kopi (warkop), tak sekadar diwarnai kebersamaan berbuka puasa. Di balik itu, terselip agenda strategis yang mempertemukan insan pers dan korporasi dalam satu ruang dialog yang produktif.
Melalui kegiatan buka puasa bersama yang di gelar oleh Asosiasi Keluarga Pers Indonesia pada Rabu (18/3/2025), menunjukkan bahwa momentum Ramadhan bukan hanya soal ritual keagamaan, tetapi juga ruang membangun kohesi sosial dan memperkuat kepercayaan publik.
Hal Ini menjadi kali kedua bukber digelar AKPERSI sepanjang Ramadhan, menandai kesinambungan komunikasi menjelang Idul Fitri. Lebih dari sekadar tradisi, rangkaian ini mencerminkan keseriusan organisasi dalam merawat relasi lintas sektor secara berkelanjutan.

Seluruh jajaran pengurus DPD dan DPC AKPERSI se-Provinsi Gorontalo turut hadir, memperlihatkan soliditas internal yang semakin terbangun. Konsolidasi ini tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga memperkuat jejaring horizontal antar insan pers di daerah.
Lebih lanjut, Direktur PT IGL BTL, Zunaidi, menilai forum ini sebagai langkah penting dalam menciptakan komunikasi yang sehat antara perusahaan dan media.
“Silaturahmi seperti ini bukan hanya seremoni, tetapi fondasi membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kontribusi perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pohuwato, di mana 70 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal. Hal ini dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan terhadap ekonomi daerah.
Sementara itu, Asisten CDO PT IGL BTL, Ekomidarto A. Mudi, menekankan pentingnya peran pers sebagai mitra strategis dalam menjaga transparansi informasi.
“Pers bukan hanya pengawas, tetapi juga mitra konstruktif dalam membangun komunikasi yang akuntabel,” katanya.
Ketua DPD AKPERSI Gorontalo, Imran Uno S.Pd.I., C.ILJ, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi pers sebagai pilar demokrasi yang adaptif.
Menurutnya, hubungan antara pers dan korporasi tidak boleh saling menegasikan, melainkan harus menjadi relasi dialektis yang saling menguatkan dalam kerangka pembangunan.
“AKPERSI akan terus berada di garis depan sebagai mitra kritis yang konstruktif, menjaga keseimbangan antara kepentingan pembangunan dan hak publik atas informasi,” tegasnya.
Bukber ini pun menjelma lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Ia menjadi ruang strategis—tempat bertemunya gagasan, kepentingan, dan komitmen—dalam membangun ekosistem komunikasi yang sehat demi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Adv)
Laporan : Serta













