GORONTALO [Shertanews.com] —Musyawarah Besar Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni (PB IKA) SMPPN 56/SMA 3 Gorontalo periode 2026–2031 berakhir dengan sebuah keputusan yang sarat makna.
Drs. H. Rum Pagau dipercaya memimpin organisasi tersebut setelah mendapat dukungan penuh dari 51 delegasi dan ditetapkan secara aklamasi.
Mubes yang berlangsung di Diamond Resto, Kota Gorontalo, Minggu (23/8/2026), bukan hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, forum tersebut memperlihatkan bagaimana perbedaan pilihan akhirnya bermuara pada satu tekad: menjaga persatuan keluarga besar alumni.

Rum Pagau, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Boalemo, sebelumnya harus melalui proses penjaringan bersama satu nama lainnya, yakni Fanly Katili, SH.
Namun, proses tersebut tidak berakhir dalam kompetisi perebutan suara.Justru sebaliknya, 51 delegasi dari berbagai angkatan menyatukan dukungan kepada Rum Pagau.
Keputusan itu membuat pemilihan Ketua Umum berlangsung tanpa voting. Rum Pagau kemudian ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB IKA SMPPN 56/SMA 3 Gorontalo untuk masa bakti 2026–2031.
Sebagai salah satu bakal calon Ketua Umum, Fanly memilih tidak menjadikan proses pemilihan sebagai arena persaingan yang berpotensi memecah kebersamaan alumni.

Dalam penyampaian visi dan misi, ia menyatakan lebih mempercayakan kepemimpinan PB IKA kepada Rum Pagau.
“Saya bukan menyatakan untuk mundur dari calon Ketua IKA, akan tetapi saya lebih mempercayakan kepada Kak Rum untuk menjadi Ketua Umum,” ujar Fanly.
Aklamasi Rum Pagau pun bukan semata-mata kemenangan seorang kandidat, tetapi menjadi gambaran bahwa keluarga besar alumni memilih berjalan dalam satu barisan.
Enam Bulan Pertama Jadi Masa Pembuktian
Rum Pagau menyadari bahwa aklamasi bukanlah akhir dari perjuangan. Justru, amanah tersebut menjadi awal dari pekerjaan besar.
Ia bahkan menargetkan enam bulan pertama sebagai periode untuk menguji soliditas kepengurusan baru.
“Saya akan langsung menguji kepengurusan baru ini dalam enam bulan ke depan,” tegasnya.
Rum Pagau paparkan tiga agenda yang akan menjadi prioritas.
Program pertama adalah “Seribu Rupiah untuk IKA”, sebuah gerakan sederhana yang diharapkan mampu membangun partisipasi dan kepedulian seluruh alumni.

Program kedua diarahkan pada penguatan kualitas generasi alumni, dengan mendorong semakin banyak lulusan yang mampu berkiprah di bidang strategis seperti Akpol, Akmil, dan Fakultas Kedokteran.
Sementara program ketiga adalah membangun desa-desa binaan IKA sebagai bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat.
Rum Pagau ingin PB IKA tidak berhenti sebagai wadah berkumpulnya para alumni. Organisasi ini harus mampu menjadi kekuatan sosial yang menyatukan potensi alumni sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, kepemimpinan lima tahun ke depan akan diarahkan pada tiga hal utama: memperkuat persaudaraan, mendorong prestasi alumni, dan menghadirkan pengabdian nyata. (Adv)
Laporan : Serta













