GORONTALO [Shertanews.com]-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian terus memperkuat kualitas pendidikan dengan menggelar dialog alumni dalam rangkaian Lokakarya Kurikulum 2026. Kegiatan ini berlangsung di RM Domestique Kota Gorontalo, Minggu (12/4/2026).
Dialog tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kurikulum yang disusun tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga selaras dengan dinamika dunia industri dan kebutuhan riil di lapangan kerja.
Kegiatan ini juga diketahui rutin dilaksanakan oleh pihak jurusan dengan melibatkan para alumni yang tersebar di berbagai daerah, sehingga masukan yang diperoleh semakin beragam dan komprehensif.
Usai berdialog Kepala Jurusan Agribisnis, Dr. Zulham Sirajuddin, menegaskan bahwa alumni memiliki peran penting sebagai salah satu pemangku kepentingan utama dalam proses penyusunan kurikulum, sebab menurutnya, pengalaman alumni di dunia kerja menjadi sumber masukan yang sangat berharga.

“Penyusunan kurikulum ini kami arahkan berbasis pada persoalan dan kebutuhan dunia industri. Alumni adalah pihak yang paling memahami kondisi nyata di lapangan, sehingga pandangan dan kritik mereka sangat kami butuhkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dari hasil dialog menunjukkan bahwa sebagian besar materi dalam kurikulum yang saat ini diterapkan dinilai sudah relevan dan sesuai dengan kebutuhan industri. Hal ini menjadi indikator bahwa arah pengembangan pendidikan di Jurusan Agribisnis UNG telah berada pada jalur yang tepat.
Meski demikian, pihak jurusan tetap membuka ruang evaluasi untuk melakukan penyempurnaan. Beberapa aspek akan disesuaikan guna meningkatkan daya adaptasi lulusan terhadap perkembangan zaman dan tuntutan pasar kerja.

“Kami bersyukur banyak yang sudah sesuai dengan harapan dunia kerja, namun tetap ada hal-hal yang perlu disesuaikan agar lebih optimal,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, tim penyusun kurikulum akan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari penyesuaian struktur pembelajaran hingga penguatan materi perkuliahan yang lebih aplikatif dan responsif terhadap perkembangan industri.
“Insya Allah, dengan masukan dari alumni, Kurikulum 2026 akan menjadi lebih baik, lebih adaptif, dan benar-benar mencerminkan kebutuhan dunia kerja yang sesungguhnya,” pungkasnya. (Adv)
Laporan : Serta













