GORONTALO [Shertanews.com]–Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) mendesak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto segera melakukan perombakan kabinet (reshuffle), khususnya pada posisi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi). Desakan tersebut disampaikan menyusul maraknya praktik judi online yang dinilai belum tertangani secara maksimal, Senin (26/1/2026).
Ketua Umum AKPERSI, Rino Triyono, menilai klaim pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital terkait pemblokiran ribuan situs judi online tidak sejalan dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, promosi judi online masih dengan mudah ditemukan di berbagai platform digital, termasuk media sosial dan sejumlah portal berita.
“Jika dikatakan ribuan situs telah diblokir, namun promosi judi online masih merajalela, itu menunjukkan penanganannya belum efektif. Kami menilai kinerja Menkomdigi perlu dievaluasi secara serius,” ujar Rino.
AKPERSI juga menyoroti lemahnya komunikasi antara Menkomdigi dan organisasi pers. Rino mengungkapkan bahwa pihaknya telah dua kali mengirimkan surat permohonan audiensi, namun tidak mendapatkan tanggapan. Bahkan, surat dari Wakil Presiden RI yang meminta Menkomdigi menerima audiensi AKPERSI disebut tidak diindahkan.
Selain persoalan komunikasi, Rino menegaskan bahwa dampak judi online telah memicu persoalan sosial serius. Ia merujuk data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mencatat nilai transaksi judi online sepanjang 2025 mencapai Rp 155 triliun.
“Angka ini menunjukkan kejahatan digital masih berlangsung secara masif dan terorganisir. Banyak korban mengalami depresi, kerugian ekonomi, bahkan kehilangan nyawa,” tegasnya.
AKPERSI menilai reshuffle kabinet bukan bentuk intervensi politik, melainkan langkah strategis untuk menyelamatkan ruang digital nasional serta membangun kembali komunikasi yang sehat antara pemerintah dan insan pers. (Adv)
Laporan : Serta













