BOALEMO [Shertanews.com]-Langkah mengejutkan datang dari calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Gorontalo, Fauzan Fadel Muhammad, Selasa (15/9).
Meski telah dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan mengklaim mengantongi dukungan mayoritas pemilik Kartu Tanda Anggota (KTA) KADIN, Fauzan justru mengusulkan agar pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) KADIN Gorontalo ditunda sementara.
Menurut Fauzan, usulan tersebut bukan karena persoalan pencalonan. Seluruh persyaratan administrasi disebut telah dipenuhi dan proses pendaftarannya dinyatakan selesai.
Ia menegaskan, penundaan diperlukan untuk memberi ruang bagi evaluasi proses, verifikasi, konsolidasi, serta rekonsiliasi di internal organisasi.
Fauzan mengaku telah melakukan konsolidasi sejak April 2026 dengan berbagai unsur KADIN, mulai dari senior dan mantan ketua umum, pengurus lama maupun baru, caretaker, asosiasi dunia usaha, pelaku UMKM hingga pengusaha muda.
Dari proses tersebut, ia mengklaim memperoleh dukungan lebih dari seratus basis pemilik KTA KADIN di Gorontalo.
Namun, dinamika organisasi kemudian berkembang, terutama menyangkut persoalan pendataan dan penggunaan sistem dalam proses Mukab dan Mukot.
Fauzan menyoroti adanya pemilik KTA yang disebut memenuhi ketentuan, tetapi tidak dapat terakomodasi sebagai peserta akibat persoalan input data dalam sistem.
Persoalan serupa, menurutnya, juga disuarakan sejumlah pengurus dan anggota KADIN melalui media sosial maupun pemberitaan media.
Dinamika kembali mencuat pada 11 September 2026, bertepatan dengan hari terakhir pendaftaran calon Ketua Umum KADIN Gorontalo. Sistem pendaftaran daring disebut sempat mengalami gangguan.
Tim Fauzan kemudian mengirimkan berkas pendaftaran lengkap melalui surat elektronik kepada sekretariat dan panitia sebagai langkah alternatif. Setelah sistem kembali normal sekitar satu jam sebelum batas akhir, dokumen kembali diunggah secara daring hingga seluruh proses administrasi diselesaikan.
Bagi Fauzan, persoalan tersebut tidak boleh dilihat sekadar sebagai pertarungan untuk menang atau kalah.
Ia menilai legitimasi proses jauh lebih penting agar Ketua Umum terpilih nantinya benar-benar memperoleh mandat organisasi yang kuat.
“Menunda Musprov bukan berarti menunda kemajuan KADIN. Justru ini menjadi kesempatan agar KADIN Gorontalo melangkah ke depan dengan lebih bersatu, legitimate, dan bermartabat,” tegas Fauzan.
Ia berharap penundaan dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh, memastikan hak anggota terpenuhi, sekaligus mencegah munculnya persoalan baru maupun potensi konflik hukum setelah Musprov.
Meski kini aktif menjalankan bisnis di Jakarta, Fauzan menegaskan tidak ingin memperuncing dinamika internal KADIN Gorontalo. (Adv)
Laporan : Serta













