GORONTALO [Shertanews.com]–Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan studi tiru ke Arboretum Bambu Batu Cermin, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Senin (17/11/2025).
Kunjungan ini bertujuan mempelajari kesuksesan Manggarai Barat dalam mengembangkan bambu sebagai komoditas ekonomi sekaligus daya tarik wisata.
Rombongan Kabupaten Boalemo dipimpin langsung oleh Bupati Boalemo Drs. H. Rum Pagau, didampingi Ketua DPRD Karyawan Eka Putra Noho, Kajari Boalemo Nurul Anwar, Dandim Letkol Czi Yuda Herizal, Wakil Bupati Lahmudin Hambali, Kaban Kesbangpol Asni Abubakar Yusuf, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Setibanya di Labuan Bajo, rombongan disambut langsung oleh Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, di ruang kerjanya. Sebagai bentuk penghormatan adat, Bupati Edi mengalungkan selendang dan topi khas Manggarai kepada para tamu kehormatan sebelum mengantar mereka menuju kawasan produksi Bambu Lestari di Batu Cermin.
Lebih lanjut, di lokasi tersebut rombongan Boalemo mendapatkan penjelasan lengkap dari pengelola Bambu Lestari mengenai pengadaan bahan baku, mekanisme produksi, hingga proses distribusi produk bambu. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan untuk memahami lebih jauh model pengelolaan bambu yang telah berhasil diterapkan di Manggarai Barat.
Pada kesempatan itu, Bupati Edi menjelaskan bahwa Pemkab Manggarai Barat bekerja sama dengan pihak ketiga, yaitu Bambu Lestari, dalam mengoptimalkan pemanfaatan bambu secara profesional. Kawasan Gua Batu Cermin dikembangkan sebagai arboretum bambu dengan 29 varietas bambu dari seluruh NTT. Selain menjadi pusat konservasi, kawasan ini difungsikan sebagai pusat edukasi dan destinasi wisata baru.
Tidak hanya menanam, Manggarai Barat juga telah mengolah bambu menjadi produk bernilai tinggi. Hingga kini tercatat lebih dari 24.000 log bambu diproduksi, sebagian di antaranya berhasil diekspor. Produk yang dihasilkan bervariasi, mulai dari meja, kursi, hingga sepeda bambu. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).
Selain dampak ekonomi, bambu juga memiliki manfaat ekologis sebagai penghasil oksigen yang dapat menjadi dasar pengajuan insentif lingkungan ke pemerintah pusat. Bahkan rebung yang kaya protein dinilai berpotensi mendukung upaya penanganan stunting di masyarakat.
Keberhasilan Manggarai Barat ini menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk mengembangkan model ekonomi restoratif berbasis sumber daya alam lokal. (Adv)
Laporan : Serta













