GORONTALO [Shertanews.com]-Upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Boalemo.
Hal itu ditandai dengan dibukanya Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Aset Lahan Pertanian Berkelanjutan melalui Sistem Usaha Tani Konservasi dan Agroforestri oleh Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, S.Sos.,M.Si., di Desa Balate Jaya, Kecamatan Paguyaman, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan FGD yang digelar oleh Badan Pertanahan tersebut dihadiri sejumlah pimpinan OPD terkait, perwakilan Badan Pertanahan, Sekretaris Kecamatan Paguyaman, Kepala Desa Balate Jaya, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Lahmudin Hambali menegaskan bahwa lahan pertanian merupakan aset daerah yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara bijaksana agar tetap produktif tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, penerapan sistem usaha tani konservasi dan agroforestri merupakan langkah yang tepat untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Selain mampu meningkatkan nilai ekonomi bagi petani, sistem tersebut juga berfungsi menjaga kesuburan tanah, mempertahankan ketersediaan air, serta mengurangi risiko erosi.
Wakil Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan di kawasan dataran tinggi tanpa memperhatikan kaidah konservasi. Ia menilai praktik tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana ekologis, seperti erosi dan banjir.

“Sering kali ketika terjadi banjir, pemerintah yang disalahkan. Padahal, salah satu penyebabnya adalah pengelolaan lahan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Kesadaran bersama sangat diperlukan agar persoalan ini tidak terus berulang,” ungkapnya.
Ia berharap FGD ini menjadi wadah untuk menyatukan pandangan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang tepat dan dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

“Melalui diskusi ini, mari kita saling bertukar gagasan dan memberikan masukan yang konstruktif. Saya berharap strategi yang dihasilkan benar-benar mampu menjaga keberlanjutan lahan pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Boalemo,” tutup Lahmudin.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, Badan Pertanahan, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan pengelolaan aset lahan pertanian berkelanjutan di Boalemo dapat menjadi contoh dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang produktif, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Adv)
Laporan : Serta













