GORONTALO [Shertanews.com]-Komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan kawasan pesisir di Kabupaten Boalemo mulai terealisasi. Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kini resmi memasuki tahap implementasi setelah proses penandatanganan kontrak pembangunan di sejumlah desa selesai dilaksanakan, Rabu (15/7).
Saat dikonfirmasi, bahwa pertengahan Juli 2026 terdapat empat desa yang telah memiliki kontrak pelaksanaan pembangunan. Tiga desa, yakni Bubaa, Olibu, dan Limbatihu di Kecamatan Paguyaman Pantai, telah lebih dahulu menandatangani kontrak pada 10 Juli 2026 bersama PT Inovasi Multi Kreasi.
Kemudian disusul Desa Tabulo Selatan, Kecamatan Mananggu, yang resmi berkontrak pada 13 Juli 2026 dengan PT Almaliku sebagai pelaksana pekerjaan.

Sementara itu, tiga desa lainnya, yaitu Patoameme, Tabongo, dan Girisa, masih dalam proses administrasi. Pemerintah optimistis seluruh tahapan tersebut akan segera rampung sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara serentak di tujuh desa penerima program.
Dalam waktu dekat, tim WSP, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bersama kontraktor pelaksana akan melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Boalemo. Agenda tersebut meliputi peninjauan lokasi sekaligus serah terima lapangan sebagai tanda dimulainya pekerjaan fisik di masing-masing desa.
Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kawasan pesisir melalui pembangunan sarana dan prasarana pendukung aktivitas nelayan, peningkatan produktivitas sektor perikanan, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Dengan dimulainya tahapan kontrak dan persiapan pekerjaan di lapangan, Boalemo menjadi salah satu daerah yang menunjukkan progres positif dalam pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih, sekaligus membuka harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan. (Adv)
Laporan : Serta













