GORONTALO [Shertanews.com]–Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, berujung duka bagi warga Desa Hulawa. Banjir bandang dilaporkan menerjang permukiman warga, menyebabkan puluhan rumah terendam air bercampur lumpur, Rabu (31/12/2025).
Banjir datang secara tiba-tiba dengan membawa material sedimen dari wilayah hulu. Lumpur dan air masuk ke dalam rumah warga, merusak perabotan serta barang-barang berharga. Selain itu, luapan air juga memutus akses jalan desa, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh total.
Peristiwa ini memicu reaksi keras dari masyarakat setempat. Tokoh masyarakat desa setempat Iskandar Dalangko yang akrab disapa Isko, secara tegas mengecam dampak lingkungan yang diduga ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan milik PT Pani Gold Project (PGP).

Menurut Iskandar, banjir yang terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam. Ia menilai perubahan bentang alam akibat pembukaan lahan di kawasan tambang telah memperparah kondisi lingkungan dan memperbesar risiko bencana.
“Kami tidak bisa tinggal diam. Banjir ini bukan hanya karena hujan, tetapi ada andil aktivitas tambang di atas sana. Kami meminta PT Pani Gold Project bertanggung jawab penuh atas kerugian yang dialami warga,” tegas Iskandar.
Ia juga mendesak pihak perusahaan agar segera turun tangan dengan langkah konkret, mulai dari pembersihan material banjir, pemulihan akses jalan, hingga pemberian kompensasi kepada warga terdampak.
Iskandar memperingatkan, apabila tidak ada respons cepat dan tanggung jawab dari pihak perusahaan, masyarakat akan melakukan aksi yang lebih besar sebagai bentuk tuntutan keadilan dan perlindungan hak hidup warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi masih berupaya menghubungi manajemen PT Pani Gold Project untuk mendapatkan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut serta langkah penanganan yang akan dilakukan perusahaan. (Adv)
Laporan : Serta













